Studi Lapangan
Urban Rituals and Civic Belonging
Abstrak
Artikel ini menelaah ritual ruang publik—dari perayaan lingkungan hingga praktik gotong royong—sebagai mekanisme keterikatan warga.
Kata kunci
civic belonging
public space
ritual
Pembahasan
Temuan menunjukkan bahwa ritual tidak hanya ekspresi budaya, melainkan juga “jembatan layanan”: menyediakan kesempatan untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menegosiasikan aturan informal.
Dengan pendekatan kualitatif dan pemetaan interaksi, artikel merumuskan bagaimana makna kolektif terbentuk melalui pengulangan tindakan sehari-hari di kota.
Catatan: Konten ini merupakan untuk website journal.